..penikmat musim..

four season in ur heart makes u being wonderful..

26.12.07

Belanja..belanja..belanja..!!

Jika di Indonesia belanja gila-gilaan ditemukan menjelang Hari Raya Idul Fitri, di Inggris ini yang notabene mayoritas kristiani, perayaan Natal merupakan puncaknya. Sebulan sebelum natal berlangsung, toko-toko sudah mulai memajang poster sale plus 70 % dan para pendatang dari kota-kota kecil mulai berdatangan. Kota besar seperti tempat gula yang dikerumuni komunitas semut. Semuanya datang dengan tujuan yang sama, belanja.


Menurut catatan BBC tingkat perputaran uang yang paling tinggi saat Christmas event ini. Untuk Debenhams saja telah meraup sekitar 3,57 million poundsterling khusus untuk pembelian online. Bagaimana dengan koleganya seperti Mark&Spencer, Next atau Zara? Rata-rata toko kelas atas itu memetik angka yang tidak jauh beda. Namun paling banyak dihabiskan untuk pembelian secara online yaitu sekitar 7 billion poundsterling.

Banyak orang memilih belanja melalui internet karena merasa lebih praktis dan terhindar dari pemborosan waktu dan tenaga. Plus mungkin juga malas keluar rumah karena cuaca yang berkisar 3 hingga -2 derajat. Pilihan ini tentu saja tetap beresiko. Selain kemungkinan account yang dihi-jack, waktu pengiriman barang tidak lagi sesuai dengan yang dijanjikan.

Royal Mail selaku perusahaan pengiriman barang terbesar di UK mengaku kewalahan dengan banyaknya pengiriman barang, belum lagi dengan menumpuknya kartu natal. Jumlah tenaga dan mesin mereka tidak sebanding dengan barang yang keluar masuk sehingga menimbulkan penumpukan barang di gudang.

Tidak sedikit pemesan yang mengeluh. Seorang teman yang memesan sebuah audio-amplifier dari eBay belum juga sampai. Padahal rencananya, barang itu merupakan kado Natal untuk saudaranya. Dampaknya juga terasa bagi teman yang lain yang kebetulan memesan sebuah PDA bulan ini. Juga dengan keluhan yang sama, barang yang dijanjikan hanya seminggu mesti menunggu hingga berakhirnya Natal dan Tahun Baru. Itu berarti dua kali lipat dari waktu normal pengiriman.

Prediksi meningkatnya laju konsumtif akan tetap berlangsung hingga tahun baru. Lihat saja hari ini yang merupakan Boxing Day. Ritual belanja sehari setelah natal dengan bantingan harga yang sangat fantastis. Tidak semua toko menggelar Boxing Day, hanya ada beberapa saja. Biasanya seminggu sebelumnya kita akan lihat iklannya di tv, toko mana saja yang buka saat Boxing Day. Belanja sehari ini butuh pengorbanan kalau mau mendapatkan barang bagus dengan harga yang sangat murah. Tidak sedikit yang mengantri sejak jam 6 pagi, biasanya toko buka jam 7 khusus di Boxing Day, lengkap dengan berbagai persiapan belanja di depan toko sasaran. Saat itu, hukum rimba pun berlaku, siapa yang kuat dan cepat dia yang dapat.

Menggiurkan memang bila mendapatkan sepatu kulit merek Clarks dengan harga £ 30 yang normalnya berharga £ 70 atau jaket kulit merek Next dengan harga £ 20 yang biasanya £ 65. Malah untuk tivi flat yang biasanya £ 500 bisa turun sampai £ 100. Bisa dibayangkan berapa banyak mata yang sedang mengintai harga bagus ini. Banyak pula yang mengeluh kebablasan belanja, malah ada barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan tapi ikut terbeli.

Entah berapa banyak orang yang sekarang sedang berdesakan di pusat-pusat perbelanjaan. Dan berapa banyak pula transaksi uang hanya untuk memuaskan nafsu badaniah, budaya hedonis dan konsumtif ini?untung ritual belanja ini hanya sekali setahun. Saya tidak berani bayangkan jikalau saja dijadikan sebagai ritual bulanan.

Suatu kali seorang teman pernah bertanya, kenapa ya hari besar keagamaan sering identik dengan belanja besar-besaran? Saya kemudian berfikir bahwa pertanyaan ini memang seharusnya telah ada sejak budaya konsumtif lebih dominan dibanding memaknai hari raya dengan religius. Entah sejak kapan ini bermula. Mungkin sejak kapitalis mulai bergurita, pikirku.

Labels:

3 Comments:

    • At 26 December 2007 at 18:59:00 GMT-8, Blogger | A | d | i | N | k | said…

      Jadi kita iyya, sempat borong apa nih?

       
    • At 27 December 2007 at 04:18:00 GMT-8, Blogger biru said…

      membaca ini jd mengingatkan sy ma org2 di ktr, dlm konteks belanja sbg hobi manusia era ini [mgkn seterusnya].
      awal ngantor mereka blg "nanti kmu jg stlh 1 atau 2 bln kerja dsini bakal suka belanja, beli baju, sepatu, make up,dll"

      lalu sy mnjawab santai dgn ptanyaan "ohh..gitu ya mba?

      tp slama 6 bln sy bkerja dsini blm tbukti,hehehe...apalg make up (paling tdk mgkn)

      blanja cm scukupnya, jk butuh.sdangkan utk membeli buku, patutkah dibilang belanja? secara sy butuh :D

      [tp sy tmasuk anak akuntansi yg boros,huehueheu...]

       
    • At 30 December 2007 at 06:08:00 GMT-8, Anonymous pit said…

      @adink:
      maunya sih borong tapi nda bisa kodong krn susah klo sudah jadi ibu hamil
      @soeltra:
      hehee..make-up no,book yes!sepakat sist..

       
    • Post a Comment